Friday, April 1, 2011

Mila Pakai Kacamata

"Iya Mila pakai kacamata..."


Hm.. udah yang keberapa kali nih saya jawab pertanyaan tentang kacamatanya Mila.
Jaman sekarang udah banyak kali anak kecil pakai kacamata.
Tapi kok masih aneh aja ya lihat nya...


Please, jangan dibesar-besarkan, nanti anaknya malah jadi minder.
Kacamata is nothing, mau balet, pakai kacamata, no problem,
mo Outbound, orang dewasa juga banyak kok yang pake kacamata.
Yang jelas, saya dan papanya, aki dan eyangnya, kacamata-an semua...
Aside from the occasional forgetfulness- "where did we put our glasses.."- We have absolutely no problems. In fact, glasses protect our eyes from dust, ultraviolet rays, and computer radiation.


Okay, now why did Mila wear glasses? Ini kronologisnya  :


Awalnya, Mila dicurigai ada masalah dengan matanya karena dia kalau nonton tv maunya dekat-dekat. Walalaupun kami berulangkali ingatkan untuk mundur, gak lama dia maju lagi.
Pertama kali dia dibawa ke dokter umur 4 tahun, dokternya di Mayestik.
Diperiksa segala macem, ketahuan lah kalo dia ada minus dan silindris (Astigmatism). Silindris itu penyebabnya antara lain karena keturunan.
Wah.., ya 2 generasi ke atasnya mila kacamataan semua, ga heran dia kena imbasnya...
Waktu itu dia masuk sekolah TK A. Dianggap belum perlu pakai kacamata karena belum butuh lihat papan tulis, sehingga ga dikasih kacamata.


Beberapa bulan kemudian mulai ada masalah lain dengan matanya. Dia sering mengedipkan matanya kuat-kuat. Waduh.. tanpa menunggu lama langsung dibawa ke dokter lagi. kali ini ke dokter mata di RSIB. Setelah periksa sana sini, diagnosisnya sama dengan dokter mata mayestik.
Tapi oleh dokter yang ini dikasih resep kacamata, jangan ditunda-tunda lagi karena takut tambah parah.
Setelah dari dokter kita ke toko kaca mata untuk beli kacamatanya Mila...


Tapi mama belum puas, karena dokter itu tidak kasih jawaban untuk gejala Mengedipkan mata nya mila. Jadi besoknya kita ke RSIB lagi, untuk konsul dengan dokter mata lainnya. Katanya dokter yang ini biasa menangani anak-anak.
Dari dokter itu kita dapet tambahan info lagi, bahwa, Mila masih punya harapan untuk sembuh. Karena, masa emas perkembangan anak sampai 5 tahun. tapi, kacamatanya harus dipakai terus. Sedangkan mengedipnya itu, karena matanya tidak diberi kacamata, sehingga cepat lelah, untuk mengatasinya dia suka ngedip kuat2 gitu... Selain itu kalau tidak dipakaikan kacamata, matanya bisa jadi juling (lazy eyes) karena mengkompensasikan untuk silindrisnya...
Okay dok.. no more nunda-nunda, setelah kacamatanya jadi, kita langsung pakaikan..
No matter what orang lain bilang ; "Kok kecil-kecil sudah pakai kacamata.."
yang penting kita berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan mata mila sehat lagi...


Setahun setelah itu, kita ke dokter mata lagi, untuk cek rutin.
Seharusnya sih tiap 6 bulan, sama seperti ke dokter gigi. Tapi biayanya bow... mana diganti kantor papa cuma 50rb lagi :(


Kali ini kita bawa dia ke dokter mata yang praktek pribadi di Bintaro Sektor 3.
Yang diperiksa Mila dan Mika. karena, kalau Mila silindrisnya itu faktor keturunan, ada kemungkinan Mika juga kena kan...
Saya sudah lamaaa banget pengen konsul sama dokter ini. Sudah sejak setahun lalu saya hubungi lewat telpon, katanya "daftarnya via fax aja bu.., tiap hari Kamis", hm.. okdeh, saya create filenya, print, lalu fax. Lalu saya email, untuk informasikan bahwa saya sudah kirim fax dan saya minta konfirmasi serta jadwalnya. Di reply, fax saya sudah diterima, tapi untuk jadwal mohon ditunggu.
okay saya tunggu sebulan, 2 bula, 3 bulan ga ada kabar. Mulai deh saya cari jadwal dokter lain, katanya yang bagus dokter mata anak di RSCM, Aini, atau JEC. Mulai deh browsing2 jadwal RS.


Tapi saya masih penasaran sama dokter mata Bintaro ini, akhirnya saya email lagi, untuk nanyain jadwal saya. Direply, "mohon meninggalkan no telpon yang bisa dihubungi", okay saya kasih. Trus lama nunggu ga ada response. Trus saya coba lagi email, saya tanya apakah bisa daftar via email aja, dijawab bisa, ya udah saya copy dari file yang dulu diprint buat ngefax, lalu send via email. Eh, ga lama 3 hari kemudian, ditelpon, katanya dapet jadwal hari kamis. Ya udah.. langsung ijin deh..


Pemeriksaannya dilakukan dari jam 12, mulai dari foto bola mata, suruh baca huruf dan angka, dikasih tetes mata , dll, kalo ga salah total ada 5. Untuk Mika juga sama, tapi karena dia belum bisa baca, jadi huruf/angka diganti dengan gambar bebek, mobil, bunga, dll, lucu juga sih, dia cuma tau gambar bebek dan mobil, yang lainnya dia bingung :)
Untung perawatnya sabar, bisa mbujukin anak kecil.. Ga marah ruang tunggu nya di acak2 untuk main kereta-keretaan, kita makan di sana, Mika dan Mila main balon2, dan mainan anak2 lainnya.
Kira2 jam 2 kita baru ketemu dokter. Dokternya sudah oma-oma, rambutnya putih semua. Dijelasin berdasarkan pemeriksaan bahwa dari postur tubuh udah keliata ada masalah dengan mila dan mika, antara lain kelihatan di posisi hidung dan telinga yang ga lurus, posisi bola mata ga lurus, dan posisi kepala juga suka miring-miring.
Itu semua karena matanya ga normal :(
Kata oma dokter, mata itu berhubungan erat banget dengan otak. Cara kita belajar banyak yang mengandalkan mata. Mila sudah lampu kuning karena di kelas 1 SD dia harus sudah bisa melihat 2 Dimensi (Stereogram), tetapi dengan kondisi matanya sekarang dia belum bisa.
Sehingga apa, kita harus kejar treatment nya supaya bisa mendekati kondisi yang seharusnya pada saat dia masuk SD nanti.
Treatment yang dikasih : kacamata, makanan, pijet2, latihan mata, dan... intinya perubahan gaya hidup. Jreng jreng.. banyak banget nih...


Perubahan gaya hidup diantaranya : lebih aktif, put music into their lives, less sun.


Lebih aktif gimana caranya? less tv more physical activities. Itu sih intinya, memang mila dan mika seneng banget nonton tv. Dari dulu juga kita udah tahu, kalo tv itu ga bagus buat anak2, aturannya <2th: 0 jam, >2th: max 1 jam.
Tapi rasanya belom kejeder untuk ngebatesinnya. Sampe diultimatum kayak gitu ya harus kita perbaiki lah...
Salah satu caranya, kasih mainan : catur, congklak, bekel, mainan jadul yah, heheh.. abis mampunya itu, kalo suruh beliin ipad, kan bahaya radiasi mata.. (padahal emang ga mampu :p )


Put music into their lives, why? music stimulates your brain. Umur 4 tahun sudah bisa masuk kursus musik. Tapi, saya lihat mila itu bukan bakatnya ke main alat musik. Dia lebih senang bergerak. Akhirnya saya daftarin ke kursus balet mulai April ini. Saya pikir toh balet juga ada musiknya  dan dia lebih enjoy bergerak...
Kalau Mika, seperti nya ada bakat untuk main alat musik. Karena dia di umur 2 tahun ini sudah bisa main kicrikan, atau tepuk tangan dengan irama/ketukan yang sesuai lagu. Untuk saat ini dia kita ajak main musik. Mudah2an (ada uangnya) nanti kalau sudah agak besar bisa dimasukkan ke kursus musik.


Less Sun, why? orang indonesia ini nenek moyangnya dari Cina, Musuhnya matahari.
Matahari itu di luar dan di dalam rumah. Di dalam rumah dari mana? pantulan sinar, TV, HP, BB, IPAD, Komputer.
Kalau terlalu banyak apa efeknya? jelek buat mata, jadi penyakit : minus, silindris, dll. Kalau sudah ada bakat keturunan gimana? ya.. tambah parah dong..
So, apa yan harus dilakukan? simple, kurangin paparan sinar matahari di luar dan di dalam ruangan. kalau pergi keluar pakai Topi. Di rumah kurangi paparan radiasi yang tadi2 itu : TV, HP, BB, IPAD, Komputer. Kalau ada aturan untuk nonton tv max. 2 jam, itu udah termasuk HP, BB, IPAD, Komputer looh, heheh...
Nah looh, capek kan jadi orang tua.. ga bisa lagi tuh anak di suruh sibuk sendiri dengan dikasih TV, HP, BB, IPAD, Komputer. Kita harus kasih aktivitas dan temani dia main/belajar


Trus apa lagi treatmentnya : latihan mata, kalau ini untuk Mila aja, caranya, kita dikasih kertas ada ceritanya diprint dengan font 8, 2x seminggu disuruh ngelingkarin huruf vokal : a, e, u selama 20 menit tiap mata. kita summary kan dan 3 bulan kemudian dilihat perkembangannya.


Treatment berikutnya, pijet-pijet... ini nih yang anak2 seneng, dan jadi ritual kita sebelum tidur : shiatsu kaki, pijat punggung, totok wajah...


Untuk makanan, kita ditanya, mila dan mika golongan darahnya apa? dia minta kita makan makanan yang sesuai dengan golongan darahnya. Karena kalau nggak cocok, jadi toxin di dalam tubuh. Salah satu ciri kalau kita makannya kacau, bisa dilihat dari leher, kalau di leher banyak garis2nya berarti di badan banyak toxinnya. Kalau sudah begitu gimana? Detox lah, bisa dengan Detox juice (dikasih tau resepnya tapi saya lupa nih..)


Lalu kita dikasih list of books yang harus dibaca. Kata Oma Dokter, jadi orang tua harus pinter, saya ga mau lihat kalian bolak balik ke sini. Kalian harus bisa cari pengetahuan sendiri. Lewat internet, via books, dll.
Sampai sekarang kita masih  cari nih untuk buku2nya, karena sebagian belum diterjemahin ke bahasa indonesia.


Sampai sekarang kita sudah jalan 2 minggu, masih bisa menjalankan treatment2 yang diminta. Memang agak berat tapi mudah2an kita bisa tetep jalanin.




Healing Detox Juice
Serves 2

A sweeter, more subtle juice which still packs a nutritional punch! The combination of the carrots, spinach and parsley provides an excellent source of antioxidants, while the celery lends its cleansing properties.
Ingredients:
3-4 Carrots
125g Fresh Spinach
Handful of Flat Leaf Parsley
2-3 Sticks of Celery
Juice all ingredients (putting celery through last). Mix with water to taste or drink neat (your preference).

No comments: